Abdurrahman As-Sudais

Nama lengkapnya Asy-Syaikh Abdurrahman bin Abdul Aziz bin Muhammad as-Sudais. Ia lahir di Riyadh, Arab Saudi pada 10 Februari 1960.
Suaranya begitu empuk dan akrab di telinga masyarakt dunia. Bagi kamu yang telah berkesempatan mengunjungi Tanah Suci pasti tak asing lagi dengan lantunan ayat sci yang dibacakan As-Sudais.
As-Sudais merupakan Imam dan penceramah tetap di Masjidil Haram. Ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Ia telah menjadi Imam dan Khatib Masjidil Haram sejak 34 tahun silam. Pertama kali Ia menjadi Imam adalah salat ashar
As-Sudais menghabiskan masa kecilnya di Riyadh, Ibu Kota Arab Saudi. Ia telah menghafal al-Alquran pada usia 12 tahun Ia menghafal Alquran dari banyak guru di Riyadh atas bimbingan Syaikh Abdurrahman bin Abdullah Alu Faryan.
Pada tahun 2005, Ia mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Muslim tahun 2005 dari Penghargaan al-Qur’an Internasional Dubai sesi kesembilan atas jasanya dalam bidang al-Qur’an dan Islam
As-Sudais tidak hanya Imam Masjidil Haram, tetapi ia juga terus memberikan perhatian pada masalah umat Islam dan memainkan peran penting dalam hal ini. Syaikh Sudais dinobatkan sebagai Pribadi Islam Teladan (Islamic Personality of The Years) pada tahun 2005 oleh Dubai.
Beliau memainkan peran penting dalam perang melawan terorisme dan menjelaskan bahwa ledakan, serangan bunuh diri dan terorisme; benar-benar bertentangan dengan perintah Islam.
Advertisements

Muhammad Thaha

Muhammad Salih Ibrahim Thaha Al-Junayd lahir pada tahun 1994 di Manama, Bahrain. Saat ini ia menjadi seorang pengajar membaca Alquran di Kingdom University Bahrain.
Rekaman suara Muhammad Thaha ketika membaca ayat suci sering diputar di masjid-masjid dan di tempat-tempat pengajian seantero dunia. Suara merdunya yang membuat hati tenteram mulai mendunia ketika Thaha berusia 7 tahun.
Saat itu ia mengimami salat berjamaah di sebuah masjid besar di Bahrain. Ia membacakan seluruh ayat di Surah Ar-Rahman dengan sepenuh hati, sesekali ia menangis. Jemaah pun begitu menikmati meski harus berdiri cukup lama, sekitar 15 menit.
Ia dikenal sebagai qori cilik terbaik dengan gelar Beautiful Voice From Heaven. Gelar tersebut diberikan oleh orang-orang di Tanah Arab.
Seiring dengan bertambahnya usia, kini Thaha telah menjadi sosok qori dengan suara yang agak beda dan sedikit berat. Namun, hal tersebut sama sekali tak menghilangkan keindahan suaranya.
Selain memiliki kemampuan membaca Alquran yang baik, Thaha juga menghafal Alquran. Untuk hafalannya, Thaha belajar di Pusat Studi Alquran Abdurrahman Ajur di Kota Hamad, Bahrain.
 

Mishary Rashid

Mishary Rashid Ghareeb Mohammed Rashid Al-Afasy atau yang juga dikenal dengan Syekh Al-Afasy adalah seorang penghafal Alquran dan imam besar berkebangsaan Kuwait. Al-Afasy banyak dikenal dunia karena suara merdunya ketika membaca Alquran direkam kemudian dibagikan ke seluruh dunia lewat berbagai media.
Suaranya merdu, mendayu dan melesap di sanubari siapa yang mendengarnya. Dalam rekaman suaranya, sesekali ia menangis terisak karena begitu menghayati kalam-kalam ilahi.
Syekh Al-Afasy sejak kecil memang sudah diajarkan oleh orang tuanya untuk membaca dan menghafal Alquran. Namun ia belajar secara mendalam soal Alquran ketika Ia melanjutkan studinya di College of the Holy Quran di Universitas Islam Madinah (Kingdom Of Saudi Arabia).
Ketika kuliah, seluruh isi Alquran dalam dua tahun yakni dari 1992-1994 berhasil ia hafal. Kemudian ia mengkhususkan dirinya untuk membaca Alquran secara indah
Tak lama kemudian Syekh Al-Afasy diajak membaca Alquran dengan beberapa pendahulunya yang juga memiliki suara menyayat hati seperti Sheikh Ahmed Abdulaziz Al-Zaiat, Syekh Ibrahim Ali Shahata Al-Samanodei, dan Syekh Radwan Abdurarea. Dia begitu menikmati masa-masa tersebut.
Mishary Al Afasy juga merupakan Imam dari Grand Mosqu Kuwait. Setiap memasuki bulan Ramadan ia memimpin Shalat Taraweh di Masjid ini.
Tak hanya di Kuwait, dia juga kerap memimpin salat dan doa tarawih di Uni Emirat Arab dan negara-negara tetangga lainnya di Semenanjung Arab.
Pada tahun 2007, ia juga sempat mengunjungi dua masjid di Amerika Serikat: Islamic Center Irvine (ICOI) di California dan Islamic Center Detroit (ICD) di Michigan.
Pada tanggal 25 Oktober 2008, Al-Afasy menerima penghargaan Arab Creativity Oscar yang disponsori oleh Sekjen Liga Arab, Amir Musa, atas jasa-jasanya dalam mendakwahkan ajaran Islam yang damai dan santun dengan memanfaatkan berbagai media.

ketahuilah, ada dua kelompok manusia dalam menyikapi kegagalan.

pertama, orang yang selalu tersenyum dalam kondisi apapun, termasuk ketika tertimpa kegagalan. karena, menangis, merenung, apalagi melampiaskan dengan cara yang buruk tidak akan menimbulkan keberhasilan, kecuali justru hanya akan menambah kesedihan yang sudah terjadi.

kedua, orang yang menyikapi kegagalan akan sangat reaktif, emosional, frustasi seakan-akan dunia sudah berakhir. orang tersebut merasa jika kegagalan tidak segera ditumpahkan dengan kekesalan, amukan, atau makian, maka selamanya dia akan merasa menyesal seperti tiada tiada harapan lagi pada hari kemudian.

seseorang yang bisa mengerti kondisi sulit dan pahit, menjadi suatu proses pematangan menuju kebahagiaan termasuk orang yang arif dan bijak. karena tidak ada orang sukses tanpa ada halangan.

dan sebaliknya seseorang yang gelisah dengan adanya tantangan, kepahitan dan kegagalan termasuk orang yang kerdil dan jumud.

jika manusia ingin mengetahui nasibnya di masa depan, maka koreksilah apa yang apa yang telah diperbuatnya pada saat ini.

hari inilah yang akan menentukan masa depanmu.

masa lalu merupakan cermin dan masa depan merupakan cita -cita.

dari sini, seseorang akan mulai merasakan, bahwa diluar kesedihan dan kecemasan yang dihadapinya, ternyata masih ada kenikmatan yang belum disentuhnya. sentuh dan gapailah kenikmatan dalam kesedihan. karena sesungguhnya manusia sendirilah yang masih menutup mata hatinya terhadap kebahagiaan itu sendiri.